
KARAWANG, beritatandas.id – Suasana haru bercampur bahagia mewarnai acara Kenaikan Kelas dan Kelulusan Angkatan V siswa TKQ, TPQ, dan MDTU Yayasan Alfa Raudhatut Thalibin yang digelar di Kebon Kalapa RT 13/RW 06, Desa Karangsinom, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, Selasa (16/6/2026).
Di tengah kemeriahan kirab kelulusan yang diiringi alunan angklung tradisional, tersimpan kisah perjuangan luar biasa sebuah lembaga pendidikan Islam yang selama lima tahun bertahan tanpa memiliki gedung maupun lahan sendiri.
Ratusan siswa tampak ceria mengenakan busana terbaik mereka, berjalan bersama orang tua dan para guru yang selama ini menjadi saksi perjalanan pendidikan mereka. Namun di balik senyum para siswa, para pengurus yayasan menyimpan cerita pahit tentang perjuangan mempertahankan keberlangsungan pendidikan di tengah keterbatasan.
Acara tersebut dihadiri jajaran pengurus Yayasan Alfa Raudhatut Thalibin, komite sekolah, Ketua Badko Zona 10, serta Anggota DPRD Kabupaten Karawang Fraksi Partai NasDem, H. Erick Heryawan Kusumah, SE., orang tua siswa.
Ketua Komite Sekolah Ujun Junaedi mengungkapkan bahwa sejak berdiri lima tahun lalu, Yayasan Alfa Raudhatut Thalibin belum pernah memiliki tempat belajar yang permanen.
“Sudah lima tahun kami berjuang, tetapi sampai hari ini belum memiliki tempat sendiri. Kami terus berpindah-pindah dari satu kontrakan ke kontrakan lainnya demi mempertahankan pendidikan anak-anak,” ungkap Ujun.
Ia mengaku, yayasan bahkan pernah berada di titik terberat ketika tempat yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar harus dikosongkan karena akan dipakai kembali oleh pemiliknya.
“Kami sempat putus asa. Saat itu kami bertanya kepada para orang tua murid, apakah pendidikan ini akan dilanjutkan atau cukup sampai di sini. Alhamdulillah, Allah menunjukkan jalan. Ada salah satu orang tua siswa yang dengan ikhlas memberikan sebagian rumahnya untuk digunakan sebagai tempat belajar mengajar,” tuturnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa keberlangsungan yayasan selama ini lahir dari semangat gotong royong masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan agama anak-anak.

Karena itu, pihak yayasan berharap adanya perhatian dari pemerintah maupun para dermawan untuk membantu mewujudkan impian memiliki lahan dan bangunan sendiri agar proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman dan berkelanjutan.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Karawang H. Erick Heryawan Kusumah, SE., menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan bangsa.
“Pendidikan adalah kunci kemajuan daerah. Anak-anak yang terdidik dengan baik akan menjadi generasi yang mampu membangun Karawang dengan ilmu pengetahuan dan karakter yang kuat,” katanya.
Erick mengaku tersentuh mendengar kisah perjuangan para pengurus dan guru yang tetap istiqamah mengajar meski harus berpindah-pindah tempat selama bertahun-tahun.
“Saya benar-benar terharu. Para pengurus dan guru bekerja dengan penuh keikhlasan, lillahi ta’ala. Selama ini mereka sudah berpindah tempat hingga empat kali karena belum memiliki lahan sendiri. Ini perjuangan yang luar biasa dan patut mendapat perhatian bersama,” ujarnya.
Ia berharap semangat para pengurus tidak pernah padam dalam memperjuangkan pendidikan generasi muda.
“Insya Allah setiap niat baik pasti akan menemukan jalannya. Tetap semangat, terus berjuang. Mudah-mudahan ke depan ada solusi terbaik untuk mewujudkan cita-cita memiliki tempat belajar yang permanen,” tambahnya.
Kelulusan Angkatan V Yayasan Alfa Raudhatut Thalibin tahun ini bukan sekadar seremoni pelepasan siswa menuju jenjang pendidikan berikutnya. Lebih dari itu, momen ini menjadi simbol keteguhan para guru dan pengurus yang terus menyalakan cahaya pendidikan Islam di tengah segala keterbatasan.
Di tengah keterbatasan fasilitas, mereka membuktikan bahwa pengabdian dan keikhlasan mampu melahirkan harapan bagi masa depan generasi Qurani Karawang.
Penulis: Ahdan
Editor: Joe