Penerapan Prokes di Pabrik Dinilai Ketat

beritatandas.id, SUBANG – Disiplin penerapan protokol kesehetan karyawan di pabrik-pabrik Kabupaten Subang jauh lebih hebat dibanding disiplin Aparatur Negeri Sipil (ASN). Hal itu disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang dr. Maxi dalam acara ferforma Subang Jawara, di Kantor Bupati Subang, Jumat (22/1/2021).

Ia mengatakan, penerapan protokol kesehatan di pabrik yang kini diterapkan secara ketat merupakan hasil dari sosiali pihak Satgas Penaganan Covid-19 Kabupaten Subang kepada pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Subang.

“Sudah sekian banyak pabrik-pabrik yang kami masuki, terus terang yah, disiplin serta sarana protokol kesehatan di pabrik-pabrik jauh lebih hebat daripada kita di ASN,” paparnya dalam acara yang juga ditayangkan secara live melaui kanal Youtube PORKOPIM SUBANG tersebut.

Ia juga menjelaskan, ASN di kantor-kantor belum tentu menerapkan disiplin protokol kesehatan seketat pabrik.

“Mereka bahkan punya Scanner dipintu masuk, punya tempat isolasi pokoknya ketat,” tandasnya.

Namun kemudian dr. Maxi mengatakan, bahwa seketat apapun penerapan protokol kesehatan tidak akan menutup kemungkinan akan terjangkit Covid-19,

“Sebelumnya kami sudah menangani beberapa perusahaan yang ada klaster Covid-19 itu bersama Satgas internal perusahaan, alhamdulillah beberapa itu sudah mereda,” ujar dr. Maxi.

Masih diterangkannya penyebaran virus Covid-19 itu bisa terjadi setelah mereka melakukan aktivitas di luar pabrik.

“Saya tidak membela teman-teman di perusahaan, saya pakai logika yah, misalnya saya bekerja di Dinas Kesehatan, apakah saya terkena karena saya bekerja di Dinas Kesehatan, tapi setelah pulang kantor saya praktek, saya belanja kepasar atau ke tempat makan saya bisa terkena disitu loh, sama juga dengan buruh,” jelasnya lagi.

“Intinya mereka cukup baik dalam menerapkan disiplin protokol kesehatan, jangan salahkan pekerjaannya, itu tidak tepat karena kita tidak tahu orang itu bisa positif setelah darimana,” tutupnya.

Reporter : Irvan